Arsip Bulanan: Agustus 2012

Media Komunikasi Kuno (Pembaharuan)


Kali ini Saya akan berbagi tentang sejarah perkembangan teknologi, dari masa lalu atau KUNO sampai teknologi modern.

Tapi sekarang saya Cuma mau membahas yang kuno dulu yak.

Nah, mau tau bagaimana perkembangannya. Makanya belajar dong. Hehehe

Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini berjalan begitu cepat. Hal ini seiring dengan kemajuan yang dicapai pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekarang ini, hampir tidak ada seorang pun yang tidak bersinggungan dengan teknologi komunikasi dan informasi. Banyak aspek dalam teknologi komunikasi dan informasi yang terus berkembang. Kemajuan komputasi dalam penggunaan komputer telah menunjukkan bahwa industri teknologi komunikasi dan informasi dunia sekarang ini benar benar bergerak ke arah mobilitas menembus batasan fisik dan waktu.

MEDIA KOMUNIKASI MASA LALU [KUNO]

 

Peralatan komunikasi masa lalu masih sangat sederhana dan terbuat dari bahan bahan yang ada di alam sekitar, seperti kentongan, asap, dan daun lontar. Berikut pembahasan media komunikasi diatas.

  1. Kentongan [Kentungan]

Awalnya, kentongan digunakan sebagai alat pendamping ronda untuk memberitahukan adanya pencuri atau bencana alam.

Kentongan terkenal sebagai alat komunikasi tradisional. Kentongan sudah lama digunakan di Indonesia , mulai dari Demak, Mataram, Surakarta, Yogyakarta, dan daerah lainnya di Indonesia tercinta. Kentongan digunakan untuk memberi tahu warga atau masyarakat bahwa telah atau akan terjadi sesuatu. Tanda atau kode yang digunakan berbeda beda. Misalnya, tanda kentongan yang menandakan akan terjadi banjir berbeda dengan tanda yang digunakan adanya kemalingan, kenduri, adanya perayaanm atau akan ada lawan yang menyerang.

Pada masa kerajaan, kentongan digunakan pamong kerajaan bila hendak menyampaikan pesan dan perintah sang raja atau prabu kapada rakyatnya. Pamong kerajaan tinggal memukul kentongan sehingga rakyat berkumpul ditempat yang lazim mereka gunakan.

Walaupun terjadi perkembangan teknologi yang cukup pesat, tapi kentongan merupakan sarana komunikasi tradisional yang masih dapat bertahan sampe sekarang lhoo. Dan kentungan besar [bedug] digunakan sebagai tanda bahwa waktu shalat telah tiba lho teman .

  1. Asap

Secara umum Sinyal asap digunakan untuk mengirimkan berita , sinyal bahaya , sebagai tanda darurat atau mengumpulkan orang banyak ke suatu area.

Ada yang inget filmnya Tom and Jerry pas jadi orang Indian gak ?. Nah, Orang orang zaman dulu juga memanfaatkan asap sebagai media komunikasi lho teman. Asap dikenal sebagai media komunikasi suku bangsa Indian di Amerika. Alat komunikasi ini biasa untuk mengirim pesan rahasia pada teman maupun lawan.

Seperti halnya kentungan, asap juga tidak memiliki kode standar yang baku. Misal 1 kepulan asap dapat berarti suatu peringatan. 2 kepulan asap berarti minta bantuan. 3 kepulan asap berarti ada masalah dan lain lain.

  1. Prasati dan Daun Lontar

isi dari prasasti berupa keputusan pengadilan tentang perkara perdata (disebut prasasti jayapatra atau jayasong), sebagai tanda kemenangan (jayacikna), tentang utang-piutang (suddhapatra), dan tentang kutukan atau sumpah.

Pada masa dahulu karna tidak adanya kertas, maka daun lontar digunakan sebagai sarana menulis surat, perjanjian dan lain - lain.

Pada masa dahulu karna tidak adanya kertas, maka daun lontar digunakan sebagai sarana menulis surat, perjanjian dan lain – lain.

Pada zaman yang lebih maju, orang mulai menggunakan bahas tulisan sebagai alat komunikasi. Kegiatan surat menyurat di Indonesia telah dimulai sejak masa kerajaan Kutai, Tarumanegara, Pajajaran, Majapahit, Sriwijaya, dan Mataram. Dan itu pun terbatas hanya antar kerajaan saja yang saling mengirim surat, dan mereka menggunakan kulit kayu serta kulit bambu sebagai bahan untuk menulis.

Akan tetapi, yang lazim dipakai adalah daun lontar. Namun ada juga lho yang menggunakan bambu, tulang binatang, labu hutan, rotan, dan lempengan batu (dikenal dengan nama prasasti)

Lontar atau dalam bahasa jawa : ron tal “daun pohon tal” adalah daun pohon siwalan (palmyra atau borassus flabellier) yang dikeringkan. Daun lontar dikenal juga sebagai daun pohon nira. Lontar dipakai untuk bahan naskah dan kerajinan. Lontar sebagai bahan naskah dipakai di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Nusantara banyak ditemukan daun lontar dari Sunda (Jawa Barat), Jawa, Bali, Madura, Lombok, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan lontar sebagai kerajinan digunakan sebagai bahan baku atap rumah dan produk utama anyaman serta kipas.

Nah, sekian dulu ya postingan dari saya tentang media komunikasi masa lalu. Mudah mudahan dapat bermanfaat untuk teman teman walaupun hanya sedikit saja. Nah kapan kapan akan saya posting yang media komunikasi modern. Terimakasih telah mengunjungi web saya.

4. Bedug

bedug berfungsi sebagai alat komunikasi atau petanda kegiatan masyarakat, mulai dari ibadah, petanda bahaya, hingga petanda berkumpulnya sebuah komunitas

bedug berfungsi sebagai alat komunikasi atau petanda kegiatan masyarakat, mulai dari ibadah, petanda bahaya, hingga petanda berkumpulnya sebuah komunitas

Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu salat atau sembahyang. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh.

  • Fungsi sosial: bedug berfungsi sebagai alat komunikasi atau petanda kegiatan masyarakat, mulai dari ibadah, petanda bahaya, hingga petanda berkumpulnya sebuah komunitas.
  • Fungsi estetika: bedug berfungsi dalam pengembangan dunia kreatif, konsep, dan budaya material musikal.

5. Merpati Pos

Pada zaman dahulu merpati pos menjadi media komunikasi yang sangat popular, tetapi pada zaman sekarang ini posisi merpati pos telah tergantikan karena adanya perkembangan teknologi.

Merpati pos adalah burung merpati yang telah dilatih untuk mengantarkan surat atau pesan. Merpati merupakan salah satu jenis burung yang cukup pintar, memiliki daya ingat yang kuat, kemampuan navigasi, dan memiliki naluri alamiah yang dapat kembali ke sarang meskipun sudah pergi dengan jarak yang jauh dan waktu yang lama, sehingga surat yang disampaikan pasti sampai di tujuan atau sangat kecil kemungkinan surat tersebut nyasar. Merpati pos diberi makanan khusus berupa campuran kalium karbonat dan minyak ikan. Campuran tersebut berguna sebagai vitamin yang dapat membuat merpati menjadi kuat dan lebih mudah dilatih. Di Indonesia, rata-rata merpati pos adalah hasil perkawinan silang antara ras Yansson dan Delbar dari Belgia dengan ras unggulan lainnya.

Cara Kerja :

Seekor merpati betina umumnya bertelur sebanyak dua butir. Telur tersebut dierami oleh merpati jantan dan betina secara bergantian. Anak burung merpati dapat terbang dalam jarak yang dekat pada usia 40 hari. Untuk menjadi mrpati pos, merpati terlebih dahulu harus dilatih oleh pelatih khusus. Pelatihan baru dapat dilakukan untuk pada merpati yang berusia tujuh bulan.

Tiga hal yang harus dilatihkan kepada merpati pos adalah static, mobile, dan boomerang.

  1. Static : merpati mempelajari bagaimana cara mengenali perintah seseorang dalam suatu wilayah kecil.
  2. Mobile : merpati dilatih untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
  3. Boomerang : merpati diajarkan untuk mengirimkan dan mengembalikan pesan.

Jika hal-hal tersebut telah dilatihkan, merpati dapat terbang dalam jarak ratusan bahkan ribuan kilometer dan dapat mengirimkan pesan atau surat. Surat atau pesan digulung, lalu dimasukkan ke dalam tempat pelindung berbentuk kapsul plastik. Kemudian kapsul plastik tersebut diselipkan di antara kaki merpati.

6. Telepon Benang

Telepon benang merupakan alat komunikasi tradisional. Yang menggunakan benang sebagai perantara suara antara 2 orang yang berjarak jauh.

Telepon benang merupakan alat komunikasi tradisional. Yang menggunakan benang sebagai perantara suara antara 2 orang yang berjarak jauh.

Sejarah Telepon Kaleng

Sebelum era penemuan telepon, dunia berkomunikasi jarak jauh melalui cara tradisional, yakni kurir pos atau dengan merpati pos. Kemudian sejarah mencatat percobaan pertama telepon kaleng dilakukan oleh Robert Hooke seorang fisikawan dan polymath asal Inggris. Selama tahun 1664-1665 Hooke bereksperimen dengan transmisi suara menggunakan kawat. Awal tahun 1667 Hooke berhasil membuat telepon kaleng.

Dalam periode waktu yang singkat telepon kaleng sempat dipasarkan secara komersial, mengisi “kekosongan pasar” telepon listrik dari Alexander Graham Bell. Saat paten Bell “berakhir”, telepon listrik kemudian mengalami perkembangan inovasi yang hebat. Persis seperti telepon yang kita kenal sekarang.

Telepon kaleng pun tak lagi dijual secara komersial. Telepon kaleng justru populer di lingkungan pendidikan. Di sekolah-sekolah, telepon kaleng diajarkan sebagai salah satu alat bermain sekaligus belajar akan prinsip gelombang suara.

Ok thanks sudah berkunjung, hanya beberapa sih tambahannya, dan setidaknya lebih membuat kalian memahami alat – alat informasi / komunikasi masa lalu.

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejak.  Minimal Komen ya, terimakasih lagi kalau mau share ^_^

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejak. Minimal Komen ya, terimakasih lagi kalau mau share ^_^

Iklan

Media Komunikasi Modern


Nah, sesuai janji saya sebelumnya, saya akan mempost tentang media komunikasi modern.

Saya rasa teman teman sudah pada tau media komunikasi modern itu apa saja, dan saya akan menjabarkan tentang perkembangan media komunikasi tersebut.

  1. Telepon

Apakah telepon itu ? apakah teman teman pernah menggunakannya ? Telepon merupakan alat telekomunikasi yang dapat mengirimkan pembicaraan melalui sinyal listrik. Dengan menggunakannya kita bisa berkomunikasi dengan seseorang yang jauh disana. Telepon pertama kali diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Alat ini merupakan sarana komunikasi yang praktis, maka tidaklah mengherankan apabila telepon berkembang pesat.

Jika semula telepon hanya terbatas pada telepon tetap (fixed line telephone), maka sejak 3 april 1973 telah dikenal suatu teknologi dengan nama telepon genggam atau yang akrab di panggil handphone (HP). HP merupakan salah satu teknologi komunikasi yang saat ini marak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Pada awalnya HP hanya digunakan oleh kalangan tertentu, misal pengusaha. Akan tetapi, sekarang ini HP seolah telah menjadi kebutuhan primer. Fungsi HP tidak hanya sebagai alat komunikasi yang efektif, tetapi juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup, penampilan, tren, dan prestise (gengsi).

Fitur fitur yang ditawarkanpun makin beragam. Kini HP telah dilengkapi kamera digital, radio FM, pemutar musik / MP3, vidio, dan berbagai game menarik. Jadi HP adalah dunia untuk berkomunikasi, berbagi, mencipta, dan menghibur dengan suara, tulisan, gambar, musik, dan video. Dan selain berfungsi sebagai menerima panggilan telepon, umumnya HP juga memiliki fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service; SMS). Telepon telepon yang lebih mahal juga sering menambahkan fitur layanan seperti multimedia message service (MMS) dan internet (WAP,GPRS,3G). Ada pula penyedia jasa telepon genggam di beberapa negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) yang menambahka videophone maupun televisi online di telepon genggam mereka.

  1. Koran [Surat Kabar]

Nah, bagi teman teman yang gemar atau suka membaca pasti tidak asing lagi dengan yang namanya koran. Apa lagi saat membaca koran ditemani dengan segelas teh maupun kopi. Hehehe J

Apa itu koran ? koran atau surat kabar merupakan suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya berupa kejadian politik, olah raga, tajuk rencana, cuaca dan lain lain. Surat kabar biasanya juga berisi kartun, teka teki silang (TTS), dan hiburan lainnya.

Koran pertama kali dikenal pada tahun 59 SM (Sebelum Masehi) di kekaisaran Romawi kuno. Saat itu koran hanya berisi jurnal kegiatan sang kaisar, yaitu Julius Caesar yang bertajuk “Acta Diurna”. Walaupun begitu, baru pada tahun 1605 surat kabar terbit pertama kali dalam bentuk tercetak oleh Johan Carolus dengan tajuk “Relation”. Koran tertua di dunia yang saat ini msih terbit adalah “Post-och Inrikes Tidnigar” dari Swedia yang terbit pertama kali pada tahun 1645.

Oh iya, sekarang koran tidak hanya berbentuk kertas lho, tapi sekarang juga ada versi online nya di internet. Pernahkah kalian membuka salah satu website koran yang ada ?

  1. Televisi

Siapa yang tak kenal televisi ? Media komunikasi ini merupakan media komunikasi yang sangat populer. Hampir seluruh rumah tangga di dunia memiliki sebuah atau lebih televisi. Tapi, apasih televisi itu ? Televisi atau yang sering di panggil TV merupakan sebuah alat penangkap siaran bergambar. Televisi berasal dari kata tele yang berarti jauh dan vision yang berarti tampak. Jadi, Televisi berarti melihat dari jarak jauh.

Penemuan TV telah mengubah peradaban dunia. Hal ini dikarenakan TV telah memberikan begitu banyak informasi kepada kita. Beragam stasiun TV yang ada saat ini dengan aneka program siarannya yang disajikan, telah menjadikan TV sebagai sumber segala informasi, berita, dan juga hiburan.

Kapan pertama kali televisi diciptakan ?

Televisi diciptakan berawal dari ditemukannya cakram metal (logam) kecil yang berputar dan memiliki banyak lubang oleh Paul Nipkow pada tahun 1883. Seiring dengan perkembangan teknologi, televisi pun mengalami perkembangan yang sangat cepat. Jika dulu kita hanya bisa menikmati televisi hitam-putih, maks sekarang kita bisa menikmati televisi berwarna. Layar televisipun telah megalami perubahan dari televisi layar cembung ke televisi layar datar.

  1. Internet

Internet merupakan salah satu teknologi komunikasi dan informasi paling maju saat ini. Berawal dari diciptakannya jaringan komputer pada tahun 1960-an. Awalnya jaringan komputer digunakan oleh angkatan bersenjata Amerika untuk mengembangkan senjata Nuklir. Setelah itu, di tahun 1970 internet benyak digunakan di universitas universitas  di Amerika dan berkembang pesat sampai saat ini

Pada tahun 1989, Timothy Berners-Lee, ahli komputer dari Inggris menciptakan World Wide Web, yaitu semacam program yang memungkinkan suara,gambar,film, dan musik ditampilkan dalam internet. Karena penemuan inilah internet menjadi lebih menarik tempilannya dan sangat bervariasi.

Dahulu internet hanya dapat digunakan oleh kalangan dan dengan komponen tertentu saj. Tetapi, saat ini orang yang berada dirumahpun bisa terhubung lewat internet dengan menggunakan modem dan jaringan telepon.

Selain itu, internet banyak digunakan oleh perusahaan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, lembaga militer di seluruh dunia untuk memberikan informasi kepada masyarakat.internet telah memungkinkan manusia berhubungan tanpa batasan ruang dan waktu. Selain memberikan banyak manfaat, internet juga memberikan dampak negatif. Hal ini dikarenakan terlalu bebasnya informasi yang terdapat dalam internet.

Kisah Wortel, Telur, dan Kopi


Kupunya kutipan motivasi dari majalah Hadila. Coba kita baca dan renungkan

CEKIDOT >>>

Seorang anak mengeluh kepada ayahnya mengenai kehidupannya dan menyanyakan mengapa hidup ini terasa brgitu berat baginya. Ia tidak tau bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah.

Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur, ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya dia atas api. Setelah air di panci – panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di panci pertama, telur di panci kedua, dan bubuk kopi di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata – kata. Si anakpun membungkam dan menunggu dengan tidak sabar. Memikirkan apa yang dikerjakan oleh sang ayah.

Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel, telur dan kopi ke mangkuk masing-masing. Lalu ia bertanya pada anaknya, “Apa yang kau lihat nak?” “Wortel, telur dan kopi” jawab sang anak. Ayahnya mengajak mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan, bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.

Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah ?” Ayahnya menerangkan bahwa, ketiganya telah menghadapi “kesulitan” yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing – masing menunjukan reaksi yang berbeda. Wortel, sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya ? Apakah kau Wortel, Telur atau kopi ?” Apakah kamu wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu. Atau kamu telur, yang awalnya memiliki hati lembut ? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian, pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dangan jiwa dan hati yang kaku ? Ataukah kamu adalah kopi bubuk ? Kopi bubuk merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100⁰C. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi teras semakin nikmat.”

Si anak pun terdiam. Sejenak kemudian si ayah kembali melanjutkan ceritanya. “Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin baik dan membuat keadaan sekitarmu juga membaik.” Si anak pun akhirnya mendapatkan pelajaran yang berharga dari ayahnya. Dengan penuh suka cita si anak memeluk ayahnya yang telah memberi motivasi padanya melalui perumpamaan wortel, telur, dan kopi.